Kelompok Basis Gerejani Dan Tantangan Sosio-Budaya Terhadap Penghayatan Perkawinan Katolik Masyarakat Urban
DOI:
https://doi.org/10.46408/vxd.v4i1.226Kata Kunci:
kelompok basis gerejani, pasutri Katolik, perkawinan Katolik, sosio-budaya perkotaanAbstrak
Fokus penelitian ini ialah pengaruh dan tantangan sosial budaya masyarakat urban bagi penghayatan janji perkawinan dari para pasutri Katolik dan arti penting keterlibatan dalam lingkungan kelompok basis gerejani bagi penghayatan perkawinan tersebut. Perkawinan bagi orang Katolik merupakan persekutuan seluruh hidup antara seorang pria dan seorang wanita serta terbuka bagi kelahiran dan pendidikan anak. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode wawancara dan studi kepustakaan. Peneliti melakukan wawancara kepada lima pasutri Katolik yang hidup di salah satu lingkungan basis dari Paroki Ijen, Keuskupan Malang, yaitu lingkungan Santa Klara. Penelitian ini menemukan bahwa kehidupan sosio budaya masyakat urban saat ini sungguh menjadi tantangan berat bagi penghayatan perkawinan keluarga-keluarga Katolik. Banyak gaya hidup yang berkembang dalam konteks sosio-budaya masyarakat urban saat ini berbenturan dengan hakikat perkawinan menurut Gereja Katolik. Di tengah tantangan itu, partisipasi dalam kelompok basis gerejani menjadi sebuah cara yang tepat untuk membantu pasutri tetap setia dengan janji perkawinan mereka. Kelompok basis gerejani menjadi tempat mereka memperoleh peneguhan, sharing penguatan dan saling mendukung di dalam terang sabda Allah.
Unduhan
Referensi
Bandur, H. (2017). Keluarga Katolik, MEA dan Sekularitas. Jurnal Alternatif-Wacana Ilmiah Interkulutral, 1(2), 35–60.
Gobai, D. W., & Korain, Y. (2020). Hukum Perkawinan Katoliok dan Sifatnya: Sebuah Manifestasi Relasi Cinta Kristus kepada Gereja yang Satu dan Tak Terpisahkan. Jurnal Hukum Magnus Opus, 3(1), 81–92.
Kitab Hukum Kanonik: Edisi Resmi Bahasa Indonesia. (2016). Dokpen KWI.
Klein, P. (2004). Pendampingan Keluarga Kristiani pada Era Globalisasi. In A. Riyanto (Ed.), Membangun Gereja dari Konteks (pp. 351–368). Dioma.
Lerebulan, A. (2016). Keluarga Kristiani: Antara Idealisme dan Tantangan. Kanisius.
Lon, S. B. (2014). Anulasi Perkawinan dan Implikasinya bagi Pastoral Perkawinan Katolik (pp. 1–15). STKIP Santo Paulus Ruteng Flores NTT.
Margana, A. (2004). Komunitas Basis: Gerak Menggereja Kontekstual. Kanisius.
Mendrofa, A. (2020). Membangun Keluarga Kristen yang Bahagia Menurut Efesus 5: 22-33. HAGGADAH Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristen, 1(1), 1–16. http://sttmwc.ac.id/e journal/index.php/haggadah
Mufarih, M. A. F. (2022). Dampak Urbanisasi terhadap Gerak Mobilitas Sosial Khususnya bagi Kesejahteraan Pedagang Kaki Lima di Kecamatan Kajen Kab. Pekalongan. Jurnal Sahmiyya, 1(1), 143–149.
Mulyani, M. (2019). Peran Media Sosial bagi Suami Istri dalam Menjalani Hubungan Pernikahan Jarak Jauh. Al-Hukama’, 9(2), 359–479. https://doi.org/10.15642/alhukama.2019.9.2.359-479
Ngelow, Z. J. (1997). Perkawinan dan Keluarga: Suatu Pandangan Kristen. In Di Tengah Hentakan Gelombang: Agama dan Keluarga dalam Tantangan Masa Depan (V, pp. 129–143). Dian/Interfidei.
Nikijuluw, G. M. E., Rorong, A., & Londa, V. Y. (2021). Perilaku Masyarakat di Era Digital (Studi di Desa Watutumou III Kecamatan Kalawat Kabupaten Minahasa Utara). Angewandte Chemie International Edition, 6(11), 951–952.
Njo, S. (2020). Peran Maria Sebagai Bunda dan Guru Imamat dalam Pembinaan Imam di Era Revolusi 4.0. Studia Philosophica et Theologica, 20(1), 32–51. https://doi.org/10.35312/spet.v20i1.176
Nugraheni, A. F. D., & Pratiwi, P. H. (2020). Pernikahan Jarak Jauh pada Masyarakat Perkotaan (Studi di Kecamatan Klaten). E-Societas, 9, 2–26.
Nurfaidah, R. (2018). Gaya Hidup Urban dalam Hanaco (Urban ’ s Lifestyles on Hanaco). Jentera, 7, 215–233. https://doi.org/https://doi.org/10.26499/jentera.v7i2.892
Paus Fransiskus. (2017). Seruan Apostolik Amoris Laetitia. Dokpen KWI.
Prameswara, A. D., & Sakti, H. (2016). Pernikahan Jarak Jauh (Studi Kualitatis Fenomenologis pada Istri yang Menjalani Penikahan Jarak Jauh). Jurnal Empati, 5(3), 417–423.
Prior, J. M. (2001). Memberdayakan Komunitas Basis Gerejani sebagai Budaya Tandingan. Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi KWI.
Prodeita, T. V. (2019). Pemahaman dan Pandangan tentang Sakramen Perkawinan oleh Pasangan Suami-Istri Katolik. Jurnal Teologi, 8(1), 85–106. https://doi.org/10.24071/jt.v8i1.1831
Raharso, A. T. (2008). Kesepakatan Nikah dalam Hukum Perkawinan Katolik. Dioma.
Rofiq, A. (2020). Strategi Menjaga Keharmonisan Rumah Tangga Jarak Jauh Perspektif Pesepak Bola Profesional Klub Jakarta Matador FC. Rechtenstudent, 1(1), 82–94. https://doi.org/10.35719/rch.v1i1.16
Rubyasih, A. (2016). Model Komunikasi Perkawinan Jarak Jauh. Jurnal Kajian Komunikasi, 4/1(234), 109–119.
Sahardjo, H. P. (2011). Perkawinan, Perceraian dan Perkawinan Ulang. TE DEUM (Jurnal Teologi Dan Pengembangan Pelayanan), 1(1), 147–175. https://doi.org/10.51828/td.v1i1.72
Saputro, A. (2020). Urban Crisis: Produk Kegagalan Urbanisasi di Indonesia. Jurnal Sosiologi Reflektif, 15(1), 173. https://doi.org/10.14421/jsr.v15i1.2000
Sholahudin, U. (2020). Selebrasi Pernikahan Artis dalam Perspektif Teori Masyarakat Konsumsi Baudrillard. Journal of Urban Sociology, 2(2), 57. https://doi.org/10.30742/jus.v2i2.991
Simamora, M. R., & Hasugian, J. W. (2020). Penanaman Nilai-Nilai Kristiani bagi Ketahanan Keluarga di Era Disrupsi. Regula Fidei, 5(1), 13–24.
Supatmi, I., & Masykur, A. M. (2020). “Ketika Berjauhan adalah Sebuah Pilihan": Studi Fenomenologi Pengalaman Istri Pelaut yang Menjalani Pernikahan Jarak Jauh (Long Distance Marriage). Jurnal EMPATI, 7(1), 288–294. https://doi.org/10.14710/empati.2018.20221
Suryanti, C., & Marsella, E. (2022). Spiritualitas Keluarga Katolik di Era Disrupsi Teknologi. GIAT: Jurnal Teknologi Untuk Masyarakat, 1(2), 41–50.
Tenritatta, A. A. (2022). Masyarakat Urban dalam Kaitannya dengan Budaya. OSF Preprints, 12. https://doi.org/10.31219/osf.io/28m37
Uer, T. U. K. (2019). Perkawinan Katolik sebagai Jalan Menuju Kesucian. Atma Reksa : Jurnal Pastoral Dan Kateketik, 4(1), 38. https://doi.org/10.53949/ar.v4i1.70
Wing, B. P. K. (2021). Hati Nurani: Kesatuan Harmonis antara Synderesis, Conscientia dan Keutamaan Kebijaksanaan. Studia Et Philosophica, 21(2), 195–217.
Yosepha. (2004). Pergumulan Kaum Religius dalam Konteks Pembangunan Komunitas. In A. Riyanto (Ed.), Membangun Gereja dari Konteks (p. 414). Dioma.
Zaman, S. (2017). Pola Konsumtif Masyarakat Urban dalam Perspektif Semiotik dan Budaya. Paradigma, Jurnal Kajian Budaya, 7(1), 40. https://doi.org/10.17510/paradigma.v7i1.138














